Aceh Singkil — Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Aceh Singkil menyatakan penolakan terhadap rencana pembentukan empat batalion TNI di Aceh. Sikap tersebut disampaikan melalui aksi demonstrasi yang digelar di halaman Gedung DPRK Aceh Singkil, Senin.(09/02/2026)
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Ahmad Fadil Lauser Melayu, menilai rencana penambahan empat batalion TNI tidak memiliki urgensi yang jelas, mengingat kondisi keamanan Aceh saat ini dinilai relatif aman dan kondusif.
Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi mencederai semangat perdamaian Aceh yang telah terbangun sejak penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki. Ia juga menilai kehadiran batalion tambahan dapat memunculkan kembali trauma konflik masa lalu di tengah masyarakat.
“Kami menilai Aceh dalam kondisi aman. Penambahan empat batalion justru menimbulkan kekhawatiran baru dan membuka kembali ingatan masyarakat terhadap konflik bersenjata,” ujar Ahmad Fadil dalam orasinya.
Korlap I aksi, M. Yunus, menambahkan bahwa rencana pembentukan empat batalion tersebut tidak mencerminkan kebutuhan riil masyarakat Aceh. Ia juga menyoroti minimnya pelibatan publik dan pemangku kepentingan daerah dalam proses pengambilan kebijakan tersebut.
“Kebijakan strategis yang berkaitan dengan Aceh seharusnya dibahas secara terbuka dan melibatkan Pemerintah Aceh, DPRA, serta masyarakat sipil. Aceh tidak boleh hanya dijadikan objek kebijakan pemerintah pusat,” tegasnya.
Sementara itu, Korlap III aksi, Syahril Amri Syahputra S, menegaskan bahwa penolakan terhadap pembentukan empat batalion TNI bukan merupakan sikap anti terhadap institusi TNI. Menurutnya, penolakan tersebut dilandasi kepedulian terhadap keberlanjutan perdamaian dan stabilitas sosial di Aceh.
“Kami menolak kebijakan ini demi menjaga perdamaian Aceh. Pendekatan militer bukan solusi atas persoalan sipil yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Dalam tuntutannya, massa aksi mendesak DPRK Aceh Singkil untuk menyatakan sikap resmi menolak rencana pembentukan empat batalion TNI di Aceh. Mereka juga meminta DPRK mendukung aspirasi mahasiswa dan pemuda Aceh yang sebelumnya telah disuarakan melalui aksi serupa di Banda Aceh.
Massa menyatakan akan terus mengawal isu penolakan pembentukan empat batalion TNI tersebut hingga pemerintah dan lembaga perwakilan rakyat menyampaikan sikap yang jelas, guna menjaga perdamaian Aceh dan kepentingan masyarakat luas.[]
