ACEH SINGKIL — Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil menyebut sebagian besar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah itu belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Dari 13 dapur MBG yang telah beroperasi, baru dua dapur yang dinyatakan memiliki sertifikat tersebut. Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Aceh Singkil, Mursal, mengatakan dua dapur yang telah memperoleh SLHS berada di wilayah Blok VI Baru dan Singkil Utara.

“Selebihnya masih dalam proses penilaian Indikator Kesehatan Lingkungan (IKL),” kata Mursal usai mengecek insiden puluhan santri yang dirawat di RSUD Aceh Singkil, Rabu (11/2/2026) malam.

Menurut Mursal, sertifikat SLHS hanya diberikan setelah seluruh indikator IKL terpenuhi. Dinas Kesehatan, kata dia, telah melakukan inspeksi berulang terhadap sejumlah dapur SPPG, namun sebagian belum lolos penilaian.

“Ada yang sudah satu kali, dua kali, bahkan tiga kali inspeksi, tapi masih belum memenuhi syarat,” ujarnya.

Ia menegaskan pengelola dapur yang belum memiliki SLHS diminta segera melengkapi seluruh persyaratan sebagaimana tercantum dalam formulir IKL. Jika indikator tidak terpenuhi, dapur tidak akan memperoleh sertifikat laik higiene sanitasi.

Mursal juga mengungkapkan dapur milik Yayasan Nasabe Sajan Yatim yang menyalurkan MBG kepada puluhan santri yang diduga mengalami keracunan, belum memiliki SLHS.

“Untuk yayasan tersebut, kami belum menerima data apa pun terkait dapur MBG ini,” kata Mursal.[]