ACEH SINGKIL — Kebakaran lahan gambut terjadi di area konsesi perkebunan kelapa sawit milik PT Nafasindo, tepatnya di Blok 50 Divisi 2 Unit 1 Regional 2, Desa Pemuka, Kabupaten Aceh Singkil, sejak Minggu (22/2/2026). Hingga Senin (23/2/2026), luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare dan api masih belum sepenuhnya padam. Rabu (25/02/2026)
Kebakaran mulai terdeteksi pada Minggu siang saat kondisi cuaca panas dan angin kencang melanda wilayah tersebut. Kombinasi cuaca kering dan karakteristik lahan gambut menyebabkan api cepat menyebar dan sulit dikendalikan.
Petugas gabungan bersama tim pemadam dari perusahaan masih terus melakukan upaya pemadaman di lokasi kejadian. Proses pemadaman terkendala karena api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat di bawah lapisan gambut atau dikenal sebagai api bawah tanah (ground fire), sehingga membutuhkan penanganan intensif dan waktu lebih lama.
Selain merusak lahan perkebunan, kebakaran juga berdampak pada masyarakat sekitar. Titik api dilaporkan berada sekitar 300 meter dari permukiman warga Desa Pemuka. Asap tebal mulai menyelimuti kawasan tersebut dan dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan warga.
Salah seorang warga Desa Pemuka mengaku khawatir dengan kondisi tersebut, terutama terhadap dampak asap bagi kesehatan anak-anak. “Kami khawatir kalau malam asap makin turun ke rumah. Anak-anak sudah mulai batuk,” ujarnya.
Kebakaran lahan gambut juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang, termasuk menurunnya kemampuan lahan dalam menyerap air, meningkatnya risiko banjir, serta pelepasan emisi karbon ke atmosfer.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih terus berjibaku memadamkan api dan melakukan upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas ke area lain maupun mendekati permukiman warga. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait.
