ACEH SINGKIL – Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, angkat bicara menanggapi aksi demonstrasi mahasiswa yang belakangan mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah daerah. Ia meminta mahasiswa mengedepankan dialog dan klarifikasi sebelum menyampaikan tudingan di ruang publik.

Pernyataan tersebut disampaikan Oyon usai menghadiri pelantikan pengurus Hipmasil Lhokseumawe di Aula Setdakab Aceh Singkil, Jumat (13/2/2026). Video pernyataannya kemudian beredar luas di media sosial.
Dalam keterangannya, Oyon menegaskan bahwa dirinya tidak menutup diri terhadap kritik. Namun, ia menilai aksi turun ke jalan tanpa upaya dialog terlebih dahulu merupakan langkah yang terburu-buru.

“Seharusnya adik-adik mahasiswa datang langsung ke kantor. Lebih leluasa bertanya tentang apa saja, pasti kita berikan kesempatan,” ujar Oyon.

Ia juga menyoroti jumlah peserta aksi yang dinilainya tidak banyak, namun telah melontarkan tudingan yang dianggapnya serius. “Kalau memang ada salah baru dikritik. Ini tidak tahu-tahu langsung menuduh,” katanya.

Sementara itu, Pembina Hipmasil Lhokseumawe, Sukri, turut memberikan tanggapan. Ia menekankan pentingnya klarifikasi sebelum menyampaikan kritik ke publik.

“Mengkritisi pemerintah itu boleh, tapi sebaiknya masuk dulu ke kantor, bertanya. Jika memang ada yang keliru, barulah dievaluasi atau dikoreksi,” ujar Sukri.[]