Singkil — Sejumlah warga terdampak banjir di Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, mulai kehabisan stok beras dan terpaksa mengonsumsi ubi sebagai pengganti makanan pokok, Sabtu (29/11/2025).
Kondisi itu dialami warga di jalur 7 Perumahan BRR Pulo Sarok, yang telah tiga hari mengungsi akibat banjir yang semakin meluas. Mereka mendirikan shelter darurat dari papan untuk tempat tinggal sementara, memasak, hingga tidur.
“Ada sekitar lima kepala keluarga yang bertahan di tempat darurat. Beras sudah habis, jadi makan ubi yang diambil dari milik warga lainnya,” kata Jeki, warga Perumahan BRR Pulo Sarok.
Menurutnya, meski terdapat dapur umum di Kantor Desa Pulo Sarok, warga enggan mengambil bantuan karena jaraknya jauh dan harus melewati genangan banjir. Selain itu, bantuan sering kali cepat habis.
“Kalau telat sedikit, sudah tidak kebagian,” ujarnya.
Akses warga semakin terisolasi sejak jalan provinsi di kawasan Anak Laut, Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, terputus akibat banjir. Jalan alternatif jalur evakuasi tsunami di Pea Bumbung juga amblas, membuat distribusi logistik terganggu.
Situasi semakin parah dengan padamnya listrik dan terputusnya jaringan komunikasi. Baru pada Sabtu sore layanan telekomunikasi dari salah satu operator mulai bisa diakses kembali.
Sementara itu, bantuan yang dikirim melalui jalur sungai oleh para relawan masih terbatas. Warga menyebut kebutuhan paling mendesak saat ini adalah air bersih dan pasokan beras.
