Aceh Singkil – Curah hujan tinggi yang mengguyur sejak Selasa (25/11/2025) kembali memicu banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Singkil. Akibatnya, sejumlah akses transportasi utama terendam dan terputus, termasuk Jalan Lintas Nasional di Kampong Silatong, Kecamatan Simpang Kanan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, badan jalan tergenang air setinggi sekitar 30 sentimeter, menyebabkan arus kendaraan Aceh Singkil–Subulussalam tersendat. Selain banjir, material longsor juga menutup sebagian badan jalan di kawasan tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil melaporkan terdapat 6.069 kepala keluarga atau 22.175 jiwa terdampak banjir di tujuh kecamatan, yakni Gunung Meriah, Singkil Utara, Kuta Baharu, Singkil, Simpang Kanan, Suro, dan Danau Paris.
“Sejumlah fasilitas umum seperti masjid, sekolah, dan poskesdes ikut terendam banjir,” kata Kepala Dinas BPBD Aceh Singkil, Al Husni, Selasa (25/11/2025).
Ia menyebutkan banjir tersebut dipicu luapan Sungai Lae Cinendang dan Lae Soraya, yang tak mampu menampung debit air akibat hujan berkepanjangan.
Selain banjir, longsor juga terjadi di Lipat Kajang, Kain Golong, dan Bulusema. Kondisi ini menyebabkan beberapa akses vital terputus, termasuk jalan Mitigasi Bencana Pea Bumbung, jembatan Tinanggam Butar, dan ruas jalan Bulusema–Suro Makmur–Subulussalam.
Untuk penanganan darurat, BPBD telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan perahu evakuasi ke sejumlah titik terdampak.
Hingga Selasa malam, hujan masih mengguyur wilayah Aceh Singkil dan ketinggian air berpotensi meningkat. Pemerintah mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan longsor.
