ACEH SINGKIL β€” Seorang oknum kepala desa (keuchik) berinisial RZ (55) di Kemukiman Punaga, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, ditangkap aparat kepolisian setelah diduga melakukan tindakan asusila sekaligus pemerasan terhadap bawahannya sendiri.

RZ saat ini telah diamankan di sel tahanan Polres Aceh Singkil untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan tindak pidana, Peristiwa itu diduga terjadi pada Rabu (4/3/2026) dini hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, RZ diduga mengintip dan merekam korban berinisial YT (28) menggunakan telepon genggam saat korban sedang mandi di rumahnya.

Korban diketahui merupakan Sekretaris Desa (Sekdes) di desa yang dipimpin oleh RZ.
Tidak hanya merekam secara diam-diam, pelaku juga diduga menggunakan rekaman tersebut untuk mengintimidasi korban. Pelaku disebut mengirimkan video itu kepada korban disertai ancaman akan menyebarkannya apabila korban tidak memberikan sejumlah uang.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyayangkan tindakan tersebut.

β€œIni bukan hanya persoalan moral, tetapi juga dugaan pelanggaran hukum karena ada unsur pelecehan, pelanggaran privasi, dan pemerasan,” ujarnya.

Kasus ini memicu kecaman dari masyarakat setempat. Warga menilai tindakan tersebut mencederai kepercayaan publik terhadap aparatur desa yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.

Sejumlah warga juga menyampaikan beberapa tuntutan, di antaranya meminta aparat kepolisian mengusut kasus tersebut secara tuntas serta mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil untuk memberikan sanksi tegas terhadap yang bersangkutan.

Selain itu, masyarakat juga meminta proses hukum dilakukan secara transparan agar menjadi pelajaran bagi aparatur desa lainnya.

Atas dugaan perbuatannya, RZ berpotensi dijerat dengan pasal berlapis, di antaranya terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) mengenai konten asusila dan pengancaman, serta pasal pemerasan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Sementara itu, korban dilaporkan mengalami trauma akibat tindakan pelecehan dan ancaman yang diduga dilakukan oleh atasannya tersebut. Polisi masih mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah pihak terkait.