ACEH SINGKIL — Jalan utama di Dusun Tanggul, Desa Kuta Simboling, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, hingga kini masih terputus total akibat diterjang banjir besar. Akses vital yang menjadi penghubung utama aktivitas warga itu hancur tergerus derasnya arus sungai, sehingga melumpuhkan mobilitas masyarakat setempat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jalan tidak dapat dilalui sama sekali. Dampaknya, aktivitas ekonomi warga terganggu, anak-anak kesulitan berangkat ke sekolah, serta akses menuju layanan kesehatan menjadi sangat terbatas. Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat penanganan darurat maupun solusi konkret dari instansi terkait.
Letak geografis Desa Kuta Simboling yang berada di bantaran sungai dinilai membutuhkan perhatian khusus dalam perencanaan infrastruktur dan mitigasi bencana. Namun, saat bencana terjadi, warga mengaku harus menanggung dampaknya sendiri tanpa kepastian waktu penanganan.
Rahman Syafi’i, warga yang menyaksikan langsung kondisi tersebut, menyampaikan keprihatinannya dan meminta pemerintah turun langsung ke lokasi.
“Kami meminta pihak terkait melihat langsung kondisi jalan ini agar mengetahui penderitaan warga. Ini bukan cerita, tapi fakta di lapangan,” ujarnya. Kamis (01/01/2026)
Sementara itu, Kepala Desa Kuta Simboling, Junaidi, membenarkan kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh banjir besar dan membutuhkan penanganan segera. Ia berharap pemerintah kabupaten bersama dinas teknis terkait segera meninjau lokasi agar proses penanganan dapat dipercepat.
Rahman menambahkan, hingga kini belum ada kunjungan resmi maupun tindakan nyata dari pemerintah daerah ke lokasi jalan terputus tersebut. Kondisi ini memicu kekecewaan dan tanda tanya di tengah masyarakat.
Warga Dusun Tanggul mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dan dinas terkait segera turun ke lapangan untuk mengambil langkah cepat, mulai dari pembangunan jalan darurat, penyediaan akses alternatif, hingga percepatan perbaikan permanen.
“Masyarakat tidak menuntut kemewahan. Kami hanya menagih hak dasar atas akses jalan yang aman dan layak,” kata Rahman.[]
